Enrekang Masuk Kawasan Sentra Pengembang Ternak di KTI

ENREKANG – Bupati Enrekang, Muslimin Bando menghadiri acara desiminasi penataan kawasan ekonomi, yang bertujuan mendorong ketahanan pangan dan ekonomi keretif, di gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, Selasa (18/7/2017).

Kementerian menetapkan Enrekang masuk dalam kawasan sentra pengembangan ternak di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Apalagi memang selama Enrekang merupakan salah satu penghasil daging sapi di Indonesia Timur.

“Enrekang dinilai salah satu kawasan pengembalaan ternak terbesar di Indonesia timur. Ini yang tadi dipaparkan alasan Enrekang diminta khusus hadir di Kementerian. Enrekang juga memiliki potensi menunjang ketahanan pangan dalam sektor peternakan,” ungkap Muslimin.

Muslimin menambahkan, masyarakat Enrekang dalam beternak memiliki kemampuan yang sangat tinggi. Serta memiliki Topografi yang berbeda-beda? dalam pengembangan berbagai hewan ternak. Contohnya sapi dan ayam pengembangan sangat cocok di wilayah selatan yang memiliki padang rumput yang luas dan juga cocok untuk pembuatan kandang ayam raksasa. Sementara di wilayah utara kini jadi sentra pengembangan kerbau dan kambing.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Enrekang, Junwar menyebutkan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, pihaknya menargetkan populasi sapi bertambah 5.000 ekor pertahunnya.

“Kita akan mencapai target tersebut. Hal ini tidak terlalu sulit, karena saat ini pakan ternak telah diproduksi di Enrekang sendiri,” jelasnya.

Rencananya Kementerian Tata Ruang akan meninjau langsung lahan peternakan di Enrekang. Untuk menjadi gambaran seberapa besar lahan yang dibutuhkan dalam pengembangan ternak demi menunjang ketahanan pangan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *